Narasi Tekno – Software audio membuka peluang bagi peserta disabilitas netra dalam mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer di Universitas Negeri Surabaya. Software audio membantu peserta mendengar soal ujian secara langsung melalui perangkat komputer dan headphone. Sistem ini memberi kesempatan setara bagi semua peserta untuk mengerjakan soal secara mandiri. Salah satu peserta terlihat fokus mendengarkan setiap instruksi yang muncul dari komputer. Pendamping juga hadir untuk membantu kebutuhan teknis selama ujian berlangsung. Teknologi ini menunjukkan bagaimana pendidikan mulai beradaptasi dengan kebutuhan inklusif. UTBK 2026 di Unesa menjadi contoh nyata penerapan sistem ujian yang ramah disabilitas.
Peran Software Audio dalam UTBK Disabilitas Netra di Unesa

Software audio memegang peran penting dalam pelaksanaan UTBK bagi peserta disabilitas netra di Unesa. Software audio seperti Non Visual Desktop Access mengubah tampilan layar menjadi suara yang bisa didengar peserta. Sistem ini memungkinkan peserta memahami soal tanpa bantuan visual. Di ruang ujian peserta mendengarkan soal melalui headphone dengan bantuan komputer yang sudah dilengkapi perangkat khusus. Pendamping hanya membantu dalam aspek teknis tanpa mengganggu proses pengerjaan. Unesa juga menyiapkan perangkat cadangan untuk mengantisipasi gangguan teknis selama ujian berlangsung. Selain itu tim teknis memastikan semua sistem berjalan lancar agar peserta dapat fokus mengerjakan soal. Kehadiran teknologi ini meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi.
Baca juga: “5 Urban Legend Menyeramkan dari Bangladesh yang Bikin Merinding Saat Diceritakan“
Pengalaman Peserta Disabilitas Netra dalam UTBK

Peserta disabilitas netra di Unesa menunjukkan semangat tinggi dalam menghadapi UTBK. Salah satu peserta bahkan sudah mempersiapkan diri jauh hari sebelum ujian berlangsung. Ia mengaku merasa tegang namun tetap berusaha fokus menyelesaikan soal. Tujuan utamanya adalah melanjutkan pendidikan di program studi Pendidikan Luar Biasa. Motivasi ini muncul karena keinginan untuk membantu sesama penyandang disabilitas netra di masa depan. Selama ujian berlangsung peserta mendengarkan soal dengan penuh konsentrasi melalui perangkat audio. Kehadiran pendamping memberikan rasa aman tanpa mengganggu proses pengerjaan. Pengalaman ini menunjukkan bahwa teknologi dan dukungan lingkungan dapat meningkatkan kesempatan belajar yang lebih setara.
Dukungan Teknologi Software Audio dan Fasilitas di Unesa

Unesa menyediakan berbagai fasilitas untuk mendukung peserta disabilitas dalam UTBK. Salah satu fasilitas utama adalah perangkat audio yang mengubah teks menjadi suara. Selain itu tersedia alat bantu braille untuk soal yang membutuhkan perhitungan manual. Tim teknis juga menyiapkan perangkat cadangan sebagai langkah antisipasi jika terjadi kendala. Sistem ini memastikan seluruh peserta dapat mengikuti ujian tanpa hambatan berarti. Selain perangkat teknologi, Unesa juga melibatkan tim psikolog dan akademik dalam proses seleksi. Pendekatan ini membantu menciptakan sistem ujian yang adil dan inklusif. Setiap peserta mendapat kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam ujian.
Inovasi Pendidikan Inklusif di UTBK
Pelaksanaan UTBK di Unesa menunjukkan perkembangan inovasi dalam dunia pendidikan inklusif. Penggunaan teknologi audio membantu menciptakan sistem ujian yang lebih ramah bagi penyandang disabilitas netra. Sistem ini memungkinkan peserta mengakses soal tanpa hambatan visual. Pendampingan teknis juga memastikan proses berjalan lancar tanpa mengurangi kemandirian peserta. Inovasi ini memperlihatkan bahwa pendidikan tinggi terus beradaptasi dengan kebutuhan semua kalangan. Teknologi menjadi jembatan penting dalam menciptakan kesetaraan akses pendidikan. Dengan sistem ini peserta disabilitas dapat bersaing secara adil dalam seleksi masuk perguruan tinggi.
